Fokus itu ringan dan nikmat

Sangat banyak motivator-motivator yang biasa menyampaikan VISI. Dan memang itu harus disampaikan. Apa itu VISI? Tentu saja tujuan atau titik yang ingin di capai. Yang menjadi masalah adalah ketika mendengar motivator sebagian orang pun menetapkan bahkan mencatat VISI atau TUJUANNYA. Baik itu untuk pekerjaan, keluarga, atau harapan pasangan hidup, bisnis dan lain hal. Tetapi ada apa?

Kenapa banyak juga yang kembali pada langkahnya awal? Apa itu? Diam, duduk dan mengalir atau dengan kata lain hilang pengharapan. Apakah anda yang membaca artikel saya ini pernah mengalami hal ini? Saya pun pernah mengalaminya. Ada kalanya di satu titik orang-orang yang memiliki harapan, memiliki tujuan berkata :”sudahlah!” . Lalu kenapa judul artikel ini berkata “kekuatan FOKUS membawa kepada keinginan? Membawa kepada tujuan?”

Visi adalah tujuan. Misal ketika ada menetapkan tujuan itu, anda berada di kilometer 1 dan tujuan anda adalah kilometer 7. Orang yang menetapkan tujuannya lebih memiliki arah ketimbang orang yang hanya sekedar hidup dan pada akhirnya hanya mengikuti arus dan bila keinginan-keinginannya tidak tercapai, dia merasa sebagai korban dan lebih banyak menyalahkan orang lain sambil mengasihani diri. Tentu saja orang yang menetapkan visi atau menetapkan tujuan di sini bukan asal-asalan tetapi sejak awal dia membuat komitmen terhadap dirinya.

Nah, karena dia telah menetapkan visi, dia tahu bahwa :”saat ini saya di kilometer 1 dan itulah tujuan saya yakni kilometer 7”. Ya, dia melihat di kilometer itu begitu indah, titik tujuan yang sangat bahagia dan dia bersemangat. Lalu mulailah dia melangkah. Dia belajar, jalur-jalur mana atau dari pintu-pintu mana nanti saya lewati supaya mampu ke Kilometer yang saya inginkan.”

Dan apa yang terjadi? Banyak hal yang bisa membuat menjadi tidak fokus.

Ketika mulai tidak fokus, beberapa langkah untuk maju bisa terhenti, memperlambat kita mencapai tujuan. Tetapi orang yang fokus menjadikan dia rajin, menjadikan dia konsisten, membuat kekuatan dirinya tetap ada untuk melangkah. Walaupun “kakinya” letih atau “sakit” mungkin karena luka, karena tekanan atau cemooh atau bahkan kemalasan tetapi matanya tetap fokus melihat kepada tujuan sehingga seluruh perangkat anggota tubuhnya seperti otaknya, tangannya, kakinya tetap bergerak maju. Hal ini menjadikan dia tetap rajin, dia rajin bekerja dan rajin untuk belajar. Dalam konsistensi dan rajin itu sebenarnya kita sedang belajar mengendalikan diri kita untuk disiplin.

Apa yang terjadi selanjutnya? Fokus, melangkah, konsisten, rajin sehingga begitu banyak masalah demi masalah, tatapan matanya yang fokus mampu menemukan solusi-solusi terhadap masalah itu. Membuat kakinya melangkah pada pintu-pintu yang terbuka , tidak hanya menunggu pintu-pintu yang tertutup. Semangat dirinya terus diperbaharui, terus disegarkan karena dia sadar dia sedang maju menggapainya bukan diam atau mundur.

Maka jangan heran, orang yang fokus banyak kali BERHASIL.

Sudahkah anda fokus untuk kemajuan hidup Anda?

Share:

Leave a Comment