Jadilah Pengusaha

Adakah pengusaha-pengusaha sukses yang tidak pernah berbuat kesalahan? Robert Kiyosaki yang adalah pengusaha properti internasional mengakui pernah berbuat kesalahan dalam keputusan bisnisnya. Jack Ma, seorang pebisnis berkebangsaan Tionghoa Sang Pendiri Alibaba yang pernah masuk majalah Forbes dan terdaftar sebagai biliuner dunia juga berkata banyak sekali keputusan-keputusannya yang salah dalam menjalankan bisnisnya. Mark Elliot Zuckerberg adalah seorang pemrogram komputer dan pengusaha Internet, pendiri dan penemu Facebook pun mengakui dia melakukan kesalahan-kesalahan dalam bisnisnya. Jadi, kalau mereka sendiri pun yang kini terkenal dengan orang-orang kaya dunia pernah membuat kesalahan dalam bisnis, kenapa kita takut berbuat salah untuk berbisnis?

 

Kesalahan dalam berbisnis bukanlah kesalahan, itu hanya “kejatuhan sementara”. Seperti pegas yang ditekan ke bawah, awalnya dia kelihatan turun tetapi begitu di lepas, dia mampu melambung melawan gravitasi bumi dan  lebih tinggi dari posisinya awal. Apa poin nya di sini? Bukan berarti kesalahan itu adalah wajar tetapi kesalahan itu tidak sekedar terjadi tetapi mampu menekan kita, menekan mental kita, menekan semangat kita yang akhirnya mampu mengakhiri perjalanan bisnis kita. Kita takut dan berkata :”sudahlah jadi karyawan saja”.

 

Saya sendiri pun pernah merasakannya. Ketika proyek saya sedang semangat-semangatnya, penjualan berjalan sangat lancar bahkan drastic, saya menemukan partner pembangunan yang waktu itu menurut saya sangat tepat tetapi apa yang terjadi? Tiba-tiba terjadi masalah dalam hal pengamanan fisik proyek, banyak keluhan dan pengaduan dari partner saya yang saya andalkan hinggal proyek sempat terhenti 2-3 bulan karena kami harus membangun jembatan sebagai alternatif jalan yang baru.

 

Hal-hal yang tidak pernah saya bayangkan , terjadi dan menguras pikiran saya dalam suatu pertanyaan :”apakah saya lanjut atau berhenti saja dan tetap nyaman sebagai pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN)?” Tetapi itulah pentingnya pengusaha! Dia memberikan pekerjaan, dalam memberikan pekerjaan kita membagi “kekayaan kita” pada orang-orang lain. Bahkan membagikan kekayaan kita pada negara.

 

Kenapa disampaikan jangan takut sekalipun muda?

 

Karena Anak muda masih kuat secara fisik, asalkan mental dan semangatnya kuat, dia masih tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan bahkan tantangan kebangkrutan pun. Sebelum menjadi pengusaha pengembang properti saya memulai bisnis saya berjualan sop durian, lalu bisnis itu bangkrut padahal saya sudah membayangkan kuliner saya itu akan menjadi kuliner ternama se-DKI Jakarta dengan banyak orderan-orderan waralaba/franchise . Sebagai pemula , saya membuat bisnis itu segenap hati dengan uang gaji bulanan yang saya terima. Sebagai bisnis pertama, betapa besar impian dan harapan saya dana pa yang terjadi? bangkrut!! Sudah bangkrut, digusur lagi..

 

Saya tidak ingin menyalahkan siapapun, saya mencari apalagi yang masih bisa saya jadikan bisnis? Saya beralih ke jualan ayam penyet. Itu pun bangkrut. Uang terus habis karena kebangkrutan bisnis, saya memulai bisnis menjual kosmetik dan membuat websitenya dan tetap bangkrut serta bisnis-bisnis selanjutnya. Kalau mau berhenti, banyak sekali alasan saya untuk berhenti tetapi kenapa saya tidak berhenti. Karena keyakinan bahwa saya tetap bisa jadi pengusaha kaya, saya melihat saya menjadi pengusaha kaya. Lalu mulai merenung mengapa bisnis demi bisnis itu bangkrut, ada masalah apa.

 

Dan, yaa.. saya menemukan inti masalahnya. Saya mencari solusi masalah bisnis dengan mengambil langkah menjadi sales & marketing. Tidak selalu solusi kita sama dalam menghadapi masalah-masalah bisnis. Yang pertama sekali adalah kemauan. Anda dibutuhkan menjadi pengusaha dan usia muda bukanlah usia yang salah bila Anda melangkah dan berjuang. Teruslah mencari, bila kita mendapatnya maka teruslah belajar dan belajar. Pelajaran dari pengalaman pribadi kita itu yang menjadikan kita dewasa dalam berbisnis. Kita dewasa, bisnis kita pun semakin dewasa. Kita lincah maka bisnis kita pun bergerak dinamis. Bukan masalah bisnisnya tetapi diri kita lebih dahulu kita “mantapkan”

 

Kalau Jack Ma bisa, kenapa kita tidak?

 

Kalau Robert Kiyosaki bisa, apa bedanya dia secara kemanusiaan dengan kita?

 

Modal bukan penentu kita sukses di bisnis tetapi kemampuan personal kita mengelola, menghadapi dan menyelesaikan tantangan demi tantangan demi kemajuan bisnis kita.

 

Maka Anak-Anak muda, this is your time!

 

Inilah waktunya, Jangan sia-siakan waktu itu!

 

 

 

 

 

 

Share:

Leave a Comment